Kerja Peradaban, Ushuluddin Dirikan Pusat Khazanah Tafsir dan Tasawuf

USHULUDDIN Selasa, 6 Juli 2021 05:48 WIB
364x ditampilkan Galeri Headline Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Pusat Khazanah Tafsir dan Tasawuf ini sangat penting karena berkaitan dengan kerja peradaban. Kerja perabadan demi kemajuan bangsa dan negara dan umat manusia pada umumnya tentu tidak boleh mati.

Demikian Dekan Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, Dr Fathurrosyid MThI menyampaikan salah satu alasannya mendirikan Pusat Khazanah Tafsir dan Tasawuf di Fakultas Ushuluddin.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada saat launching dan peresmian pusat khazanah tersebut, Sabtu (3/7/2021), di Aula Assyarqawi INSTIKA. Diinformasikan pula olehnya, pusat tersebut kemudian disingkat dengan nama PUSTAKA.

"Sebenarnya gagasan untuk membuat Pusat Khazanah Tafsir dan Tasawuf INSTIKA (PUSTAKA) ini sudah lama. Idenya juga berasal dari para senior kita di Ushuluddin. Tetapi baru periode DEMA saat ini baru bisa diwujudkan," ujarnya.

Ada beberapa alasan penting, kata dekan yang meraih gelar doktor dari UIN Sunan Ampel Surabaya ini, mengapa PUSTAKA didirikan. Pertama, karena Al-Qur'an seperti lautan indah yang tidak bertepi. "Boleh jadi jika hanya melihatnya dari jauh kamu hanya menemukan deburan ombak dan riaknya. Tapi jika kita mendekatinya dan mengambil airnya kita akan mendapatkan rasa asin. Jika memancing, kita akan mendapatkan ikan, dan jika kita menyelam, kita akan mendapatkan permata," katanya.

Kedua, mengutip Prof Dr Quraish Shihab, Dr Fathurrosyid mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah jamuan dari Tuhan. "Tentu saja karena yang menjamu adalah Tuhan maka pasti sajiannya beragam," ujarnya. "Tuhan juga Mahapemurah, Mahapengasih, dan Mahapenyayang. Maka dengan jamuan itu, Allah memberikan ruang kepada kita untuk menikmati aneka ragam "makanan" tersebut, " ujarnya lagi.

Ketiga, dalam konteks zaman modern saat ini ajaran Tasawuf sangat dibutuhkan. Sebab, banyak orang yang mengalami krisis spritualitas dan moral. "Tentu kehadiran Pusat Khazanah Tasawuf menjadi sesuatu yang sangat dinantikan pada saat ini. Misalnya ajaran zuhud adalah ajaran moral agar orang tidak selalu menggantungkan pada materi," jelas Fathurrosyid.

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin yang menjadi panitia, selain melaunching Pusat Khazanah Tafsir dan Tasawuf tersebut juga mengadakan seminar tentang tasawuf. Moh. Syahirul Alim, selaku ketua panitia menuturkan bahwa seminar dilaksanakan untuk meramaikan acara peresmian dan launching PUSTAKA tersebut. "Dan ini termasuk program pertama DEMA Ushuluddin periode 2021-2022," katanya.

Ach Warits salah satu pengurus DEMA menambahkan, khusus seminar, panitia mendatangkan Muhamad Bisyrul Muvid MPdI yang merupakan dosen tetap Universitas Dinamika (Uindika) Surabaya dan menulis banyak buku berkenaan dengan tasawuf.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terlaksananya acara ini, khususnya kepada seluruh pimpinan fakultas Ushuluddin," ujarnya.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)